Bahasa Indonesia Sihir Perempuan
Novel Sihir perempuan
Pemintal Kegelapan
Pada suatu hari ada seorang ibu yang bercerita kepada anaknya tentang hantu perempuan yang menghuni loteng rumah, anak ini sangat penasaran akan apa isi loteng tersebut, tetapi sang ibu selalu mengunci pintu loteng tersebut. Hantu perempuan tersebut mecintai seorang pemburu dan ia dapat merubah wujudnya di siang hari, saat melihat si pemburu, hantu itu merubah dirinya menjadi gadis yang jelita sehingga sang pemburu tersebut jatuh cinta. Tiba-tiba suatu hari si pemburu melamar hantu perempuan pada sore hari, saat sinar matahari mulai meredup, hantu perempuan itu lupa bahwa ia hanya dapat merubah wujudnya pada siang hari, maka tereksposlah rupa asli hantu ini didepan sang pemburu, pria itu berteriak dan melarikan diri. Hantu perempuan itu tahu bahwa sang pemburu tidak memiliki pakaian yang cukup sehingga hantu perempuan ingin membuat selimut untuk pemburu itu di ruangan yang gelap, pekerjaan itu tidak pernah selesai karena hantu itu memintal kegelapan.
Saat ayah dan ibu anak ini bercerai, ia sudah tidak pernah memikirkan hantu loteng tersebut. Berjalannya waktu, ibu berganti-ganti kekasih, dan suatu hari ibu membawa anak itu ke loteng dan memberi tahu bahwa hantu itu adalah ibu tersebut.
Menurut saya, dari cerita hantu tersebut merupakan cerita masa kelam ibunya, pengalaman-pengalaman ibunya yang disembunyikan, memintal kegelapan yang tidak pernah selesai bermaksud kesedihan yang akan selalu diingat sang ibu, hantu tua tersebut hanyalah sebuah kiasan. Sang pemburu tersebut tidak dapat menerima kekurangan ibu sehingga memutuskan untuk pergi, setiap manusia memiliki kelemahan dan kelebihannya sendiri-sendiri, setiap manusia juga memiliki kesalahan, dan manusia dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuatnya.
Cerpen ini menggunakan bahasa yang baku.
Di jaman milenial ini, sangat banyak orang-orang yang belum berkomitmen dalam berhubungan sehingga sering gonta-ganti pasangan dan mungkin mereka memliki sakit hati yang mendalam dan memintal kegelapan seperti hantu perempuan di novel ini, menurut saya sebaiknya kita harus menjadi manusia yang lebih berkomitmen dan belajar memaafkan masalalu, memang susah tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba, banyak beribadah dan konseling juga dapat membantu menghilangkan rasa sedih, memiliki quality time untuk diri sendiri juga bagus untuk move on dari kesedihan dan sakit hati.
Vampir
Pada suatu hari ada wanita yang bernama Saras, Saras memiliki bos yang bernama Irwan. Saras merupakan orang yang nurut kepada atasan sehingga ia rela disuruh Irwan untuk bekerja diluar kantor. Irwan merupakan pemuda yang sukses dan mapan, tetapi ia memiliki kelemahan yaitu suka selingkuh. Pada suatu hari, Saras dan Irwan melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku dan vulgar.
Dari cerita ini kita dapat belajar bahwa kita harus menjadi orang yang setia dan tidak menylahgunakan kekuasaan. Di zaman ini banyak orang yang menyalahgunakan kekuasaan dan tidak berani untuk bersuara karena takut, hal ini juga tidak sesuai dengan budaya indonesia yang bersifat ketimuran.
Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari
Pada suatu hari ada perempuan buta yang ingin bercerita pada anak kecil. Dulu, sebelum menjadi buta, ia tinggal bersama ibu dan dua adik, adik bungsu ini bukan saudara kandungnya, nama adik bungsunya ini Sindelarat. Sindelarat diberi pekerjaan-pekerjaan keras saat ingin pergi ke pesta, tetapi ia dibantu oleh ibu bidadari, itu memang benar tetapi Sindelarat yang diceritakan di dongeng-dongeng itu tidak benar. Ayah tirinya sangat mencintai Sindelarat, membelikannya gaun-gaun yang mahal-mahal dan indah-indah, sedangkan saudara tirinya diberikan barang-barang bekas Larat, setiap ayah bepergian, ia selalu membawa banyak hadiah untuk Larat, sedangkan saudara tirinya hanya mendapatkan sekotak manisan dan gaun murahan. Ayah memang tidak memarahi atau memukuli saudara tiri Larat, tetapi tidak menunjukkan penerimaan, bahkan tidak dianggap ada.
Saat ayah tiri meninggal, saudara tiri Larat merampas gaun-gaun larat dan Larat diberi gaun-gaun bekas saudara-saudara tiri Larat, meskipun Larat tidak menggunakan gaun-gaun yang indah, tetapi wajahnya tetap cantik, ibu tiri Larat memerintahkan agar Larat sembunyi di loteng. Saat pesta bertemu pangeran, sebenarnya Larat kita beri pekerjaan yang berat, tetapi ibu peri membantunya, yang menyukai Larat banyak, tetapi ia tetap ingin bertemu pangeran. Saat sepatu Larat jatuh dan pangeran mencari pemilik sepatu tersebut, ibu menyuruh larat untuk bersembunyi di loteng, saudara tiri yang mencoba sepatu itu, tetapi tidak cukup sehingga ibu meminta saudara tiri larat untuk memotong jari kakinya, tetapi gagal karena ada seekor gagak yang mematuk-matuki kaki saudara tiri Larat, saudara tiri kedua Larat juga sama, memotong kakinya tetapi gagal karena burung gagak tersebut. Pada akhirnya Larat hidup bersama pangeran dan saat ibu tiri Larat sakit-sakit dan saudara tiri Larat datang ke istana meminta uang, mereka diusir Larat dan ditengah jalan, mata saudara tiri Larat dipatuki burung gagak yang sama sampai keduanya menjadi buta. Larat tidak hidup bahagia selamanya, ia melahirkan putri yang ke enam, kerajaan membutuhkan putra mahkota, Larat tak lagi cantik, Larat mati karena pendarahan. Cerita ini menggunakan bahasa yang cukup baku.
Menurut saya dari cerita perempuan tanpa ibu jari ini mengajarkan agar kita tidak percaya kepada cerita-cerita dongeng yang tidak kita ketahui faktanya dan belajar untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki dan mencintai diri kita sendiri, dan belajar untuk tidak percaya kepada orang yang terlihat baik, padahal serigala berhati domba. Kita juga tidak boleh berbohong seperti yang dilakukan keluarga tiri Larat, karena suatu keburukan pasti akan terbongkar.
Mobil Jenazah
Ada seorang ibu yang naik taxi karena mobilnya rusak, ibu ini bernama Karin, Karin adalah dokter, ia
dan sekeluarganya merupakan orang yang sukses. Tiba-tiba Karin melihat mobil jenazah dan merasa supirnya mengamatinya, dia mengabaikan itu, kemudian supir jenazah menawarkan tumpangan tetapi ditolak. Akhirnya Karin mendengar rahasia bahwa anak perempuannya hamil diluar nikah, ia merasa bahwa hidupnya tidak seindah yang dibayangkannya, suaminya juga selingkuh dari Karin. Tetapi pada akhir cerita ini dikatakan bahwa Karin sudah meninggal karena kecelakaan.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku.
Menurut saya dari cerita ini mengajarkan bahwa kita harus bisa menerima kepahitan dalam hidup ini, meskipun berat tetapi itulah kenyataan, apa yang terlihat baik belum tentu benar-benar baik, apa yang terlihat manis, belum tentu manis. Kita hanya dapat menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita, meskipun itu sangat mengecewakan dan membuat kita sakit hati, kita harus bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa di hidup dan selalu berusaha sekeras-kerasnya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Zaman sekarang banyak orang yang ingin memiliki hidup yang sempurna tanpa kerja keras.
Pintu Merah
Menceritakan seorang gadis yang bernama Dahlia, Dahlia merupakan anak bungsu di keluarganya dan ia setia merawat ayahnya yang sudah tua. Ia memiliki rahasia yaitu sebuah pintu berwarna merah yang didalamnya sangat indah. Ayahnya merupakan orang yang sangat keras, ia dapat melakukan kekerasan fisik untuk mendisiplinkan anak-anaknya. Ayah paling sayang kepada si bungsu, makanya ayahnya meminta si bungsu untuk merawatnya, ia tidak mau dirawat oleh suster atau siapapun. Si bungsu belum memiliki pasangan karena ayahnya tidak mengizinkan si bungsu untuk memiliki pacar.
Saat si bungsu masuk ke dalam pintu merah, didalamnya sangat bagus dan indah, tetapi ada sumur yang menurut si bungsu menyeramkan, akhirnya di tempat yang indah itu ada seekor serigala yang besar, tetapi hantu di sumur yang seram tersebut membantu si bungsu untuk menghindari serangan serigala dengan mengalihkan perhatiannya.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku dan menggunakan perumpamaan.
Pesan moral yang kita dapat dalam cerpen ini yaitu belajar untuk tidak menilai sesuatu dari luarnya saja, yang terlihat baik belum tentu benar-benar baik, bahkan kadang yang terlihat buruh seperti sumur tersebut yang baik dan membantu.
Zaman sekarang banyak orang yang melihat orang dari penampilannya saja, mereka tidak tau betul apa dalamnya orang tersebut.
Mak Ipah dan Bunga-bunga
Pada suatu ahri ada seorang istri yang memiliki suami orang desa, saat di desa ia bertemu dengan Mak Ipah, Mak Ipah dianggap gila oleh orang sekitar. Mak Ipah memiliki kebun dihalaman rumahnya. Mak Ipah sebenarnya memiliki anak perempuan dan anaknya sudah mati karena dibunuh dan diperkosa. Anak Mak Ipah dibunuh karena Mak Ipah tidak mau memberikan uang kepada pembunuh tersebut.
Cerita ini berbahasa formal.
Pesan moral dari cerita ini yaitu untuk merelakan sesuatu yang kecil daripada menanggung resiko besar.
Di Indonesia kita harus menjadi orang yang sabar dan harus dapat merelakan hal-hal kecil karena sudah menjadi budaya di Indonesia, relakan saja, anggap buang sial.
Di zaman sekarang kita harus berhati-hati karena semakin majunya teknologi, semakin kejam dunia ini.
Misteri Polaroid
Pada suatu hari ada seseorang fotografer yang bernama Jose, saat mengfoto modelnya, selalu bayangan atau cahaya, padahal dalam pengaturan pencahayaan, tidak terjadi kesalahan. Setelah ditelusuri, ternyata gedung studio Jose merupakan bekas tempat seseorang bakar diri karena dijodohkan orangtuanya untuk melunasi hutang, gadis yang bunuh diri tersebut tidak mau, tetapi ia tidak memiliki suara di rumah. Jose tidak peduli akan hal ini, hingga suatu hari ada seorang model, matanya berubah menjadi merah, Jose kesal sehingga ia mengfoto setiap sudut studio, tetapi ia tidak melihat apa-apa.
Cerita ini ditulis menggunakan bahasa yang baku.
Pesan moral dari cerita ini yaitu sebagai wanita kita harus bisa menyampaikan pendapat dan pendapat wanita juga harus dihargai.
Di zaman ini masih banyak sekali wanita yang nurut dan terkesan seperti ditekan untuk patuh dan tidak memiliki pendapat, padahal seharusnya perempuan juga dilakukan dengan adil, karena perempuan juga memiliki ham.
Di Indonesia, budaya untuk permpuan agar menurut masih kental, sebaiknya pandangan-pandangan seperti ini dihilangkan.
Jeritan Dalam Botol
Pada suatu hari ada gadis bernama Gita, ia menemui Sumarni yang merupakan perempuan sihir. Sumarni banyak bercerita, kemudian tiba-tiba Sumarni menunjukkan banyak botol kosong yang ternyata merupakan jeritan para perempuan yang ia tampung dalam botol tersebut karena tidak ada yang mendengarkannya. Gita takut sehingga ia mau pergi, tetapi ia ingin diberi sebuah botol untuk menanpung jeritannya, tetapi Gita menolaknya.
Cerita ini menggunakan bahsa yang sangat baku dan menggunakan perumpamaan.
Pesan morla dari cerita ini adalah kita harus menghargai dan mendengarkan kekecewaan/kekesalan seseorang (jeritan) karena saat ungkapan kekesalan tersebut dihiraukan, orang akan memilih untuk menyimpan kesedihan/kekecewaan tersebut dalam hati dan hal tersebut dapat menyebabkan sakit mental dan fisik.
Di zaman ini banyak orang yang memiliki rasa kecewa tetapi dihiraukan, padahal seharusnya kita dapat menghargai dan mendukung orang tersebut.
Sejak Porselen Berpipi Merah Itu Pecah
Pada suatu hari ada seekor kucing yang sangat disayangi oleh Bapak dan Ibu, kucing tersebut bernama si Manis, tetapi karena si Manis memecahkan boneka dari China yang bernama Yin Yin, si Manis jadi dibenci. Andri, keponakan Bapak dan Ibu yang memberikan Yin Yin tiba-tiba datang dan memberikan sebuah boneka laki-laki untuk menjadi pasangan Yin Yin, saat diceritakan bahwa Yin Yin rusak, Andri bilang bahwa boneka tersebut dapat dibeli di toko oleh-oleh, kemudian ia membelikan YIn Yin baru, dan sejak saat itu, si Manis tidak pernah kembali kerumah. Di akhir cerita diceritakan bahwa sebenarnya Yin Yin yang sengaja menjatuhkan diri karena ia tidak suka dipajang dan ia suka berada di kegelapan.
Cerita ini berbahasa cukup baku.
Pesan moral dari cerita ini yaitu agar tidak menuduh sesorang tanpa bukti yang pasti.
Di zaman sekarang, sangat banyak orang yang saling menyalahkan karena hal yang sepele dan bahkan orang yang disalahkan belum tentu benar-benar salah, hanya karena terlihat mungkin salah.
Darah
Pada suatu hari ada seorang copywriter iklan pembalut, tiba-tiba ia teringat akan masalalunya saat ia kelas 5 sd, ia sudah mengalami menstruasi, saat itu ibunya sudah meninggal dunia saat melahirkan adiknya, dua-duanya tidak selamat. Sejak saat itu, ia sering didatangi ibu Ustadjah untuk diceramahi agar mencuci pembalutnya karena nanti bisa dimakan setan. Ia juga melihat saat setan pemakan darah tersebut memakan darah, ternyata alasan kenapa hantu tersebut suka darah yaitu karena darah adalah kehidupan. Ia juga teringat saat melakukan hubungan intim dengan pacarnya, ia dianggap tidak perawan karena tidak mengeluarkan darah.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku dan sedikit vulgar.
Zaman sekarang banyak orang, bahkan artis-artis bunuh diri karena beban hidup dan depresi. Banyak juga orang-orang yang melakukan hubungan sebelum menikah dan menganggap bahwa seseorang yang tidak mengeluarkan darah berarti sudah pernah melakukan, padahal tidak semua orang dapat mengeluarkan darah saat berhubungan, mungkin karena kcelakaan, atau dari lahir memang elastis.
Kita juga harus menetapkan budaya mencuci pembalut karena hal tersebut selain karena mitos juga untuk menerapkan kesopanan.
Pesan moral dari cerita ini yaitu untuk menghargai kehidupan dan mendekatkan diri dengan Tuhan dan menerima seseorang apa adanya.
Sang Ratu
Pada suatu hari ada seseorang yang bernama Herjuno, Herjuno sudah menikah dan memiliki istri yang bernama Dewi, mereka menikah karena kecelakaan, Dewi hamil diluar nikah. Sebelum menikah, Herjuno memiliki hobi yaitu mengetes para wanita dan menguji para wanita, herjuno mencoba wanita-wanita janda untuk bermain-main dan wanita perawan untuk serius dan dicobai apakah tahan godaan. Dewi merupakan salah satu yang gagal tahan godaan. SIngkat cerita ternyata istri Herjuno merupakan Ratu Pantai Selatan, Herjuno menjadi gila dan saksi matanya adalah sahabat Herjuno, tetapi ia tidak berani mengatakan apa yang terjadi karena takut akan dianggap gila seperti Herjuno.
Cerita ini menggunakan bahasa yang cukup baku.
Di zaman sekarang, banyak orang yang suka mempermainkan wanita dan hal tersebut sangat tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang ketimuran.
Pesan moral yang dapat diambil dari cerita ini adalah untuk mencari pasangan dengan keperayaan dan kesetiaan, harus berani bertanggung jawab. Setiap hal yang kita lakukan pasti ada hikmahnya.
Pemintal Kegelapan
Pada suatu hari ada seorang ibu yang bercerita kepada anaknya tentang hantu perempuan yang menghuni loteng rumah, anak ini sangat penasaran akan apa isi loteng tersebut, tetapi sang ibu selalu mengunci pintu loteng tersebut. Hantu perempuan tersebut mecintai seorang pemburu dan ia dapat merubah wujudnya di siang hari, saat melihat si pemburu, hantu itu merubah dirinya menjadi gadis yang jelita sehingga sang pemburu tersebut jatuh cinta. Tiba-tiba suatu hari si pemburu melamar hantu perempuan pada sore hari, saat sinar matahari mulai meredup, hantu perempuan itu lupa bahwa ia hanya dapat merubah wujudnya pada siang hari, maka tereksposlah rupa asli hantu ini didepan sang pemburu, pria itu berteriak dan melarikan diri. Hantu perempuan itu tahu bahwa sang pemburu tidak memiliki pakaian yang cukup sehingga hantu perempuan ingin membuat selimut untuk pemburu itu di ruangan yang gelap, pekerjaan itu tidak pernah selesai karena hantu itu memintal kegelapan.
Saat ayah dan ibu anak ini bercerai, ia sudah tidak pernah memikirkan hantu loteng tersebut. Berjalannya waktu, ibu berganti-ganti kekasih, dan suatu hari ibu membawa anak itu ke loteng dan memberi tahu bahwa hantu itu adalah ibu tersebut.
Menurut saya, dari cerita hantu tersebut merupakan cerita masa kelam ibunya, pengalaman-pengalaman ibunya yang disembunyikan, memintal kegelapan yang tidak pernah selesai bermaksud kesedihan yang akan selalu diingat sang ibu, hantu tua tersebut hanyalah sebuah kiasan. Sang pemburu tersebut tidak dapat menerima kekurangan ibu sehingga memutuskan untuk pergi, setiap manusia memiliki kelemahan dan kelebihannya sendiri-sendiri, setiap manusia juga memiliki kesalahan, dan manusia dapat belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuatnya.
Cerpen ini menggunakan bahasa yang baku.
Di jaman milenial ini, sangat banyak orang-orang yang belum berkomitmen dalam berhubungan sehingga sering gonta-ganti pasangan dan mungkin mereka memliki sakit hati yang mendalam dan memintal kegelapan seperti hantu perempuan di novel ini, menurut saya sebaiknya kita harus menjadi manusia yang lebih berkomitmen dan belajar memaafkan masalalu, memang susah tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba, banyak beribadah dan konseling juga dapat membantu menghilangkan rasa sedih, memiliki quality time untuk diri sendiri juga bagus untuk move on dari kesedihan dan sakit hati.
Vampir
Pada suatu hari ada wanita yang bernama Saras, Saras memiliki bos yang bernama Irwan. Saras merupakan orang yang nurut kepada atasan sehingga ia rela disuruh Irwan untuk bekerja diluar kantor. Irwan merupakan pemuda yang sukses dan mapan, tetapi ia memiliki kelemahan yaitu suka selingkuh. Pada suatu hari, Saras dan Irwan melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku dan vulgar.
Dari cerita ini kita dapat belajar bahwa kita harus menjadi orang yang setia dan tidak menylahgunakan kekuasaan. Di zaman ini banyak orang yang menyalahgunakan kekuasaan dan tidak berani untuk bersuara karena takut, hal ini juga tidak sesuai dengan budaya indonesia yang bersifat ketimuran.
Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari
Pada suatu hari ada perempuan buta yang ingin bercerita pada anak kecil. Dulu, sebelum menjadi buta, ia tinggal bersama ibu dan dua adik, adik bungsu ini bukan saudara kandungnya, nama adik bungsunya ini Sindelarat. Sindelarat diberi pekerjaan-pekerjaan keras saat ingin pergi ke pesta, tetapi ia dibantu oleh ibu bidadari, itu memang benar tetapi Sindelarat yang diceritakan di dongeng-dongeng itu tidak benar. Ayah tirinya sangat mencintai Sindelarat, membelikannya gaun-gaun yang mahal-mahal dan indah-indah, sedangkan saudara tirinya diberikan barang-barang bekas Larat, setiap ayah bepergian, ia selalu membawa banyak hadiah untuk Larat, sedangkan saudara tirinya hanya mendapatkan sekotak manisan dan gaun murahan. Ayah memang tidak memarahi atau memukuli saudara tiri Larat, tetapi tidak menunjukkan penerimaan, bahkan tidak dianggap ada.
Saat ayah tiri meninggal, saudara tiri Larat merampas gaun-gaun larat dan Larat diberi gaun-gaun bekas saudara-saudara tiri Larat, meskipun Larat tidak menggunakan gaun-gaun yang indah, tetapi wajahnya tetap cantik, ibu tiri Larat memerintahkan agar Larat sembunyi di loteng. Saat pesta bertemu pangeran, sebenarnya Larat kita beri pekerjaan yang berat, tetapi ibu peri membantunya, yang menyukai Larat banyak, tetapi ia tetap ingin bertemu pangeran. Saat sepatu Larat jatuh dan pangeran mencari pemilik sepatu tersebut, ibu menyuruh larat untuk bersembunyi di loteng, saudara tiri yang mencoba sepatu itu, tetapi tidak cukup sehingga ibu meminta saudara tiri larat untuk memotong jari kakinya, tetapi gagal karena ada seekor gagak yang mematuk-matuki kaki saudara tiri Larat, saudara tiri kedua Larat juga sama, memotong kakinya tetapi gagal karena burung gagak tersebut. Pada akhirnya Larat hidup bersama pangeran dan saat ibu tiri Larat sakit-sakit dan saudara tiri Larat datang ke istana meminta uang, mereka diusir Larat dan ditengah jalan, mata saudara tiri Larat dipatuki burung gagak yang sama sampai keduanya menjadi buta. Larat tidak hidup bahagia selamanya, ia melahirkan putri yang ke enam, kerajaan membutuhkan putra mahkota, Larat tak lagi cantik, Larat mati karena pendarahan. Cerita ini menggunakan bahasa yang cukup baku.
Menurut saya dari cerita perempuan tanpa ibu jari ini mengajarkan agar kita tidak percaya kepada cerita-cerita dongeng yang tidak kita ketahui faktanya dan belajar untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki dan mencintai diri kita sendiri, dan belajar untuk tidak percaya kepada orang yang terlihat baik, padahal serigala berhati domba. Kita juga tidak boleh berbohong seperti yang dilakukan keluarga tiri Larat, karena suatu keburukan pasti akan terbongkar.
Mobil Jenazah
Ada seorang ibu yang naik taxi karena mobilnya rusak, ibu ini bernama Karin, Karin adalah dokter, ia
dan sekeluarganya merupakan orang yang sukses. Tiba-tiba Karin melihat mobil jenazah dan merasa supirnya mengamatinya, dia mengabaikan itu, kemudian supir jenazah menawarkan tumpangan tetapi ditolak. Akhirnya Karin mendengar rahasia bahwa anak perempuannya hamil diluar nikah, ia merasa bahwa hidupnya tidak seindah yang dibayangkannya, suaminya juga selingkuh dari Karin. Tetapi pada akhir cerita ini dikatakan bahwa Karin sudah meninggal karena kecelakaan.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku.
Menurut saya dari cerita ini mengajarkan bahwa kita harus bisa menerima kepahitan dalam hidup ini, meskipun berat tetapi itulah kenyataan, apa yang terlihat baik belum tentu benar-benar baik, apa yang terlihat manis, belum tentu manis. Kita hanya dapat menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita, meskipun itu sangat mengecewakan dan membuat kita sakit hati, kita harus bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa di hidup dan selalu berusaha sekeras-kerasnya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Zaman sekarang banyak orang yang ingin memiliki hidup yang sempurna tanpa kerja keras.
Pintu Merah
Menceritakan seorang gadis yang bernama Dahlia, Dahlia merupakan anak bungsu di keluarganya dan ia setia merawat ayahnya yang sudah tua. Ia memiliki rahasia yaitu sebuah pintu berwarna merah yang didalamnya sangat indah. Ayahnya merupakan orang yang sangat keras, ia dapat melakukan kekerasan fisik untuk mendisiplinkan anak-anaknya. Ayah paling sayang kepada si bungsu, makanya ayahnya meminta si bungsu untuk merawatnya, ia tidak mau dirawat oleh suster atau siapapun. Si bungsu belum memiliki pasangan karena ayahnya tidak mengizinkan si bungsu untuk memiliki pacar.
Saat si bungsu masuk ke dalam pintu merah, didalamnya sangat bagus dan indah, tetapi ada sumur yang menurut si bungsu menyeramkan, akhirnya di tempat yang indah itu ada seekor serigala yang besar, tetapi hantu di sumur yang seram tersebut membantu si bungsu untuk menghindari serangan serigala dengan mengalihkan perhatiannya.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku dan menggunakan perumpamaan.
Pesan moral yang kita dapat dalam cerpen ini yaitu belajar untuk tidak menilai sesuatu dari luarnya saja, yang terlihat baik belum tentu benar-benar baik, bahkan kadang yang terlihat buruh seperti sumur tersebut yang baik dan membantu.
Zaman sekarang banyak orang yang melihat orang dari penampilannya saja, mereka tidak tau betul apa dalamnya orang tersebut.
Mak Ipah dan Bunga-bunga
Pada suatu ahri ada seorang istri yang memiliki suami orang desa, saat di desa ia bertemu dengan Mak Ipah, Mak Ipah dianggap gila oleh orang sekitar. Mak Ipah memiliki kebun dihalaman rumahnya. Mak Ipah sebenarnya memiliki anak perempuan dan anaknya sudah mati karena dibunuh dan diperkosa. Anak Mak Ipah dibunuh karena Mak Ipah tidak mau memberikan uang kepada pembunuh tersebut.
Cerita ini berbahasa formal.
Pesan moral dari cerita ini yaitu untuk merelakan sesuatu yang kecil daripada menanggung resiko besar.
Di Indonesia kita harus menjadi orang yang sabar dan harus dapat merelakan hal-hal kecil karena sudah menjadi budaya di Indonesia, relakan saja, anggap buang sial.
Di zaman sekarang kita harus berhati-hati karena semakin majunya teknologi, semakin kejam dunia ini.
Misteri Polaroid
Pada suatu hari ada seseorang fotografer yang bernama Jose, saat mengfoto modelnya, selalu bayangan atau cahaya, padahal dalam pengaturan pencahayaan, tidak terjadi kesalahan. Setelah ditelusuri, ternyata gedung studio Jose merupakan bekas tempat seseorang bakar diri karena dijodohkan orangtuanya untuk melunasi hutang, gadis yang bunuh diri tersebut tidak mau, tetapi ia tidak memiliki suara di rumah. Jose tidak peduli akan hal ini, hingga suatu hari ada seorang model, matanya berubah menjadi merah, Jose kesal sehingga ia mengfoto setiap sudut studio, tetapi ia tidak melihat apa-apa.
Cerita ini ditulis menggunakan bahasa yang baku.
Pesan moral dari cerita ini yaitu sebagai wanita kita harus bisa menyampaikan pendapat dan pendapat wanita juga harus dihargai.
Di zaman ini masih banyak sekali wanita yang nurut dan terkesan seperti ditekan untuk patuh dan tidak memiliki pendapat, padahal seharusnya perempuan juga dilakukan dengan adil, karena perempuan juga memiliki ham.
Di Indonesia, budaya untuk permpuan agar menurut masih kental, sebaiknya pandangan-pandangan seperti ini dihilangkan.
Jeritan Dalam Botol
Pada suatu hari ada gadis bernama Gita, ia menemui Sumarni yang merupakan perempuan sihir. Sumarni banyak bercerita, kemudian tiba-tiba Sumarni menunjukkan banyak botol kosong yang ternyata merupakan jeritan para perempuan yang ia tampung dalam botol tersebut karena tidak ada yang mendengarkannya. Gita takut sehingga ia mau pergi, tetapi ia ingin diberi sebuah botol untuk menanpung jeritannya, tetapi Gita menolaknya.
Cerita ini menggunakan bahsa yang sangat baku dan menggunakan perumpamaan.
Pesan morla dari cerita ini adalah kita harus menghargai dan mendengarkan kekecewaan/kekesalan seseorang (jeritan) karena saat ungkapan kekesalan tersebut dihiraukan, orang akan memilih untuk menyimpan kesedihan/kekecewaan tersebut dalam hati dan hal tersebut dapat menyebabkan sakit mental dan fisik.
Di zaman ini banyak orang yang memiliki rasa kecewa tetapi dihiraukan, padahal seharusnya kita dapat menghargai dan mendukung orang tersebut.
Sejak Porselen Berpipi Merah Itu Pecah
Pada suatu hari ada seekor kucing yang sangat disayangi oleh Bapak dan Ibu, kucing tersebut bernama si Manis, tetapi karena si Manis memecahkan boneka dari China yang bernama Yin Yin, si Manis jadi dibenci. Andri, keponakan Bapak dan Ibu yang memberikan Yin Yin tiba-tiba datang dan memberikan sebuah boneka laki-laki untuk menjadi pasangan Yin Yin, saat diceritakan bahwa Yin Yin rusak, Andri bilang bahwa boneka tersebut dapat dibeli di toko oleh-oleh, kemudian ia membelikan YIn Yin baru, dan sejak saat itu, si Manis tidak pernah kembali kerumah. Di akhir cerita diceritakan bahwa sebenarnya Yin Yin yang sengaja menjatuhkan diri karena ia tidak suka dipajang dan ia suka berada di kegelapan.
Cerita ini berbahasa cukup baku.
Pesan moral dari cerita ini yaitu agar tidak menuduh sesorang tanpa bukti yang pasti.
Di zaman sekarang, sangat banyak orang yang saling menyalahkan karena hal yang sepele dan bahkan orang yang disalahkan belum tentu benar-benar salah, hanya karena terlihat mungkin salah.
Darah
Pada suatu hari ada seorang copywriter iklan pembalut, tiba-tiba ia teringat akan masalalunya saat ia kelas 5 sd, ia sudah mengalami menstruasi, saat itu ibunya sudah meninggal dunia saat melahirkan adiknya, dua-duanya tidak selamat. Sejak saat itu, ia sering didatangi ibu Ustadjah untuk diceramahi agar mencuci pembalutnya karena nanti bisa dimakan setan. Ia juga melihat saat setan pemakan darah tersebut memakan darah, ternyata alasan kenapa hantu tersebut suka darah yaitu karena darah adalah kehidupan. Ia juga teringat saat melakukan hubungan intim dengan pacarnya, ia dianggap tidak perawan karena tidak mengeluarkan darah.
Cerita ini menggunakan bahasa yang baku dan sedikit vulgar.
Zaman sekarang banyak orang, bahkan artis-artis bunuh diri karena beban hidup dan depresi. Banyak juga orang-orang yang melakukan hubungan sebelum menikah dan menganggap bahwa seseorang yang tidak mengeluarkan darah berarti sudah pernah melakukan, padahal tidak semua orang dapat mengeluarkan darah saat berhubungan, mungkin karena kcelakaan, atau dari lahir memang elastis.
Kita juga harus menetapkan budaya mencuci pembalut karena hal tersebut selain karena mitos juga untuk menerapkan kesopanan.
Pesan moral dari cerita ini yaitu untuk menghargai kehidupan dan mendekatkan diri dengan Tuhan dan menerima seseorang apa adanya.
Sang Ratu
Pada suatu hari ada seseorang yang bernama Herjuno, Herjuno sudah menikah dan memiliki istri yang bernama Dewi, mereka menikah karena kecelakaan, Dewi hamil diluar nikah. Sebelum menikah, Herjuno memiliki hobi yaitu mengetes para wanita dan menguji para wanita, herjuno mencoba wanita-wanita janda untuk bermain-main dan wanita perawan untuk serius dan dicobai apakah tahan godaan. Dewi merupakan salah satu yang gagal tahan godaan. SIngkat cerita ternyata istri Herjuno merupakan Ratu Pantai Selatan, Herjuno menjadi gila dan saksi matanya adalah sahabat Herjuno, tetapi ia tidak berani mengatakan apa yang terjadi karena takut akan dianggap gila seperti Herjuno.
Cerita ini menggunakan bahasa yang cukup baku.
Di zaman sekarang, banyak orang yang suka mempermainkan wanita dan hal tersebut sangat tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang ketimuran.
Pesan moral yang dapat diambil dari cerita ini adalah untuk mencari pasangan dengan keperayaan dan kesetiaan, harus berani bertanggung jawab. Setiap hal yang kita lakukan pasti ada hikmahnya.
Komentar
Posting Komentar