Analisa Ketabuan dan Seksualitas novel Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh
Analisa Novel Supernova Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh
“Rana menunduk lagi. Ya, Mas. Aku jatuh cinta dengan pria lain. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah?” (hal 54)
“Lalu? Suka is suka. Sejak kapan pakai pilih-pilih?” (hal 108)
“Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu, saya nggak mau bekerja seperti kalian. Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang, kita sama-sama berdagang. Komoditasnya saja beda. Apa yang kamu perdagangkan buat saya nggak se- harusnya dijual. Pikiran saya harus dibuat merdeka. Toh, berdagang pun saya tidak sembarang—” (hal 175)
Seksualitas dalam Novel (kutipan kalimat) :
“Kasur pegas yang empuk itu akhirnya beristirahat setelah menandak-nandak beberapa jam yang lalu.” (hal 75)
“Tanpa bisa memutuskan mana yang lebih merangsang, baju berbahan lycra warna hitam yang melekat seperti kulit kedua atau sepasang mata yang menghunus tajam seperti samurai haus darah.” (hal 89)
“Mata Pak Margono langsung membelalak seperti burung hantu. Ngiler. “Sini, sini kamu!” panggilnya membabi buta. Diva yang mendekat langsung disergap tanpa ampun. Jelas sekali bapak itu berusaha keras.” (hal 108)
Opini saya:
Ketabuan merupakan sebuah larangan / pantangan untuk melakukan sesuatu. Seksualitas adalah hal yang dilakukan oleh lawan jenis dan tidak boleh dilakukan sembarangan / sangat tabu bila dilakukan di luar pernikahan tetapi suci bila dilakukan setelah menikah dengan pasangan masing-masing. Oleh sebab itu ketabuan dan seksualitas berhubungan.
Komentar
Posting Komentar